Hello.... Apakah kamu di sana? Aku tahu kamu di sana. Aku tahu kamu mendengarkan suaraku. Helo.. Aku tahu kita belum bisa bicara. Tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk meneleponmu. Aku hanya hendak bilang, aku tidak menyerah.
Nia adalah seorang gadis Indonesia yang menjadi TKW di Korea Selatan. Demi mendapatkan pekerjaan, Nia berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya pandai membuat masakan Indonesia. Dengan bualannya tersebut, ia berhasil diterima sebagai pembantu rumah tangga di kediaman keluarga Park.
Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia, meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Sambil menyelam minum air, sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Kedua peribasa tersebut mungkin peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan situasi yang dialami oleh Tomo saat ini. Bahasa nge-tren-nya: MODUS.
Sebuah organisasi rahasia bernama The Magnifity. Organisasi ini melakukan eksperimen besar dengan menciptakan kromosom buatan, yang kemudian ditanamkan ke dalam tubuh manusia untuk menciptakan mutan berkekuatan dahsyat
Ajisaka adalah pencipta aksara jawa (hanacaraka) dan peletak pertama kalender jawa yang menggunakan hitungan berdasar perjalanan bulan, sebagaimana tahun Hijriah, yang kini dikenal sebagai "tahun Saka".
Remaja adalah usia yang sangat rentan bagi anak. Di mana di masa ini anak berproses mencari jati diri dalam kehidupannya. Jika mereka jauh dari agama dan orang tua, seringkali mereka terpedaya dengan kehidupan di luar sana yang cenderung ke hal yang negatif. Masa depan mereka masih panjang. Kawula muda masih memerlukan banyak pendampingan baik dari orang tua maupun guru. Buku ini menghadirkan c…
dua orang yang mempunyai cerita patah hati yang tidak tersembuhkan oleh waktu. Mereka bertemu di Pulau Nias dan saling bertengkar sampai pada suatu titik jenuh. Akhirnya bersatu dan saling mencintai
Kisah perjalanan, keindahan alam, budaya, dan tradisi berbagai daerah, serta refleksi Fiersa tentang keluarga, rumah, dan dirinya sendiri. Di tengah perjalanan yang penuh tantangan, Fiersa menemukan bahwa untuk menyembuhkan luka hati bukanlah dengan lari, melainkan dengan berdamai dengan diri sendiri dan kenyataan.